Mataram — Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, memimpin apel pagi di halaman kantor Diskop UKM NTB dengan menekankan peran strategis koperasi sebagai penguat ekonomi daerah di tengah dinamika global.
Dalam arahannya, Wirawan menegaskan pentingnya perancangan proses bisnis yang matang bagi 1.166 KDKMP. Menurutnya, koperasi tidak bisa berjalan secara sembarangan, melainkan harus mampu merumuskan inti kekuatan yang menjadikannya sebagai pilar pertahanan ekonomi nasional, terlebih di tengah tekanan nilai tukar dolar yang menembus angka Rp17.300.
Ia juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi hingga dampaknya terhadap ketahanan keluarga. Oleh karena itu, koperasi diharapkan hadir sebagai solusi nyata di tengah kondisi tersebut.
Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa progres koordinasi melalui PMO dan BA telah mencapai sekitar 687 koperasi yang terkonfirmasi, atau setara dengan 58.66% persen Koperasi yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Capaian ini menunjukkan tren positif menuju target nasional sebesar 70 persen yang ditetapkan sampai bulan Mei 2026, bahkan diharapkan mampu melampaui angka tersebut hingga 80 persen dalam tahun berjalan.
Wirawan mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap fokus dan bekerja secara bertahap dalam menyelesaikan setiap target. Ia menegaskan bahwa waktu yang tersisa harus dimanfaatkan secara optimal agar sisa capaian sekitar 12 persen dapat segera terpenuhi.
Selain itu, persoalan data koperasi dan UKM masih menjadi tantangan utama. Namun, ia menyampaikan optimisme dengan adanya rencana survei yang akan dikolaborasikan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui sensus ekonomi nasional. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Menutup arahannya, Wirawan menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran Diskop UKM NTB serta mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat dalam mencapai target pembangunan koperasi dan UKM di daerah. (Tim PPID Diskop UKM NTB)