Pemaparan Hasil Kunjungan Lapangan Integrasi Pembangunan Ekonomi Biru dan Pendanaan Biru dalam RPJMDes di wilayah Pesisir .

Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB, mewakili Kadiskop UKM NTB, Kabid Pengawasan Koperasi Irine Silviani bersama Pengawas Koperasi Ahli Pertama Safira Dwi Tyas Putri menghadiri pertemuan di Bappeda Provinsi NTB dalam rangka pemaparan hasil kunjungan lapangan Integrasi Pembangunan Ekonomi Biru dan Pendanaan Biru dalam RPJMDes di wilayah Pesisir ke tiga wilayah: Kabupaten Sumbawa, Kab. Dompu, dan Kab. Bima. Pertemuan dipimpin oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, dengan menghadirkan narasumber perwakilan dari Perencana Utama Bappenas dan Kementerian Desa. Jumat,(1/8/2025)
Hasil kunjungan tersebut di antaranya:
1. Implementasi konsep ini masih mengalami berbagai kendala, seperti kelembagaan, pemahanan konsep ekonomi biru, model bisnis, peluang pendanaan, dan minimnya akses terhadap skema pendanaan biru
2. Kab sumbawa sudah memasukkan kegiatan ekonomi biru ke RPJMD namun perlu penyempurnaan
3. 20% dari 21 desa sudah memanfaatkan dana desa dan sumber pendanaan lain utk aktivitas ekonomi biru, namun tidak tercermin dalam dokumen RPJMDes dan RKPDes
4. Data mapping kegiatan usaha masih perlu dilengkapi

Tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah:

1. Penyempurnaan RPJMD di 3 wilayah tersebut
2. Perlu sinkronisasi RPJMD Provinsi NTB berkaitan dengan ekonomi biru
3. Perlu pemetaan Holistik Integratif Spasial serta desa-desa di wilayah 3 kab penyangga SAMOTA, dan desa-desa tersebut perlu peningkatan kapasitas
4. Membangun kriteria untuk menyeleksi desa yang dijadikan pilot untuk mengecek status desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM). Menyocokkan dengan potensi mapping yang sudah dilakuka Bappeda Kab Sumbawa
5. RPJMDes semua desa perlu direvisi karena masih merujuk pada arah kebijakan RPJMN periode 2020-2024
6. Sinkronisasi dokumen pedoman umum antara provinsi-kabupaten-kota-desa
Potensi ekonomi biru sgt tinggi, perlu kolaborasi untuk mendukung pengembangannya.

Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB menyampaikan bahwa untuk KDMP ada 3 Mock-Up dengan tipe yang berbeda, yaitu Desa Kekeri dengan tipe desa perkotaan, Desa Bilelando dengan tipe desa pesisir, dan Desa Kembang Kuning dengan tipe desa wisata. Salah satu Mock-Up Desa Bilelando yang merupakan desa pesisir mendapatkan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Kampung Nelayan Merah Putih. Harapannya desa pesisir lainnya jg mendapat dukungan untuk mendorong KDMP dan pengembangan ekonomi biru.
Bappeda mengarahkan Dinas Koperasi UKM untuk menargetkan melakukan pendampingan KDMP desa-desa pesisir wilayah Samota untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Biru. Selain itu juga untuk mendukung program strategis Gubernur, yaitu implementasi pengembangan desa berdaya dan argomaritim.

Leave a Comment