Mataram – Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB!
Mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, Sekretaris Dinas Koperasi UKM NTB, Muhamad Fauzan, secara resmi membuka Workshop Keuangan Digital Angkatan I dan Workshop Ecoprint yang berlangsung di UPTD Balatkop UKM NTB. Selasa (18/11/2025)
Dalam sambutannya, Fauzan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar yang belum digali secara optimal. Ia mengapresiasi ada upaya menggali potensi tersebut dan mengembangkannya menjadi usaha rumahan (home industry) melalui produk ecoprint.
“Kita berterima kasih kepada narasumber Eco Print yang sudah menggagas usaha home industry ini. Kalau rata-rata dari tiga puluh orang peserta ini mengembangkan home industry di rumahnya, lalu dipasarkan dengan sistem pemasaran digital, tinggal kita menikmati hasilnya,” ujarnya.
Fauzan juga menekankan bahwa membangun usaha tidak mungkin langsung berhasil tanpa proses dan ujian. Menurutnya, setiap pelaku usaha pasti menghadapi cobaan, dan justru melalui ujian itu kualitas diri dan usaha akan meningkat.
Terkait literasi keuangan, Fauzan menyoroti masih lemahnya manajemen keuangan pelaku usaha, baik di Indonesia pada umumnya maupun di Lombok secara khusus. Banyak pelaku usaha, kata dia, belum mampu membedakan dengan jelas antara modal dan keuntungan.
“Seringkali sistem pengelolaan keuangan kita amburadul. Kita tidak tahu mana modal, mana untung, dipakai saja. Berbeda dengan saudara-saudara kita keturunan Tionghoa. Mereka kalau ambil barang pun dibeli caranya, bukan diambil begitu saja,” tutur Fauzan, sambil menyinggung pengalamannya ketika pernah mengelola kios grosir sebelum menjadi PNS.
Ia berharap melalui workshop ini para peserta mendapatkan pemahaman yang benar tentang pengelolaan keuangan usaha, sehingga usaha yang dijalankan dapat bertahan dan berkembang. “Dengan literasi keuangan, kita belajar bagaimana mengelola uang agar usaha tetap jalan. Bukan soal kaya atau tidak, tapi bagaimana hidup kita sejahtera dan bisa mensyukuri apa yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fauzan juga berpesan kepada narasumber literasi keuangan agar memberikan materi yang aplikatif sehingga mudah dipahami dan dipraktikkan oleh para pelaku usaha kecil.
Sementara itu, Kabid Pembinaan UKM, Baiq Yanuarlita Lestari, secara resmi menutup rangkaian kegiatan workshop. Dalam penutupannya, Baiq menyampaikan harapan agar 50 peserta yang mengikuti workshop ini dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh, baik dalam pengelolaan keuangan digital maupun pengembangan produk ecoprint, untuk meningkatkan usaha masing-masing.