Perkembangan Inflasi Provinsi NTB Februari 2026

Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! mewakili Kadiskop UKM NTB Fungsional Ahli Madya Pengembang Kewirausahaan Muhammad Fauzan menghadiri rapat penyampaian Perkembangan Inflasi Provinsi NTB Februari 2026 di BPS NTB.

Berikut Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis hari ini, Senin, 2 Maret 2026, jam 13.30 WITA oleh Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM sebagai berikut:

Perkembangan Inflasi Provinsi NTB Februari 2026

1. Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 5,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,49. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 6,40 persen dengan IHK sebesar 112,06 dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sumbawa sebesar 4,88 persen dengan IHK sebesar 111,60.

2. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,92 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,83 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen; kelompok transportasi sebesar 0,13 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,73 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,79 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,92 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 22,77 persen. Sedangkan penurunan indeks kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

3. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Februari 2026 masing-masing sebesar 0,84 persen dan 1,12 persen.

Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi NTB Februari 2026

1. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

2. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

3. NTP Februari 2026 sebesar 131,25 atau naik 0,72 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,44 persen, lebih t inggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,72 persen.

4. NTP bernilai di atas 100 untuk 5 (lima) subsektor, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 121,51; Subsektor Hortikultura sebesar 249,88; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 101,36; Subsektor Peternakan sebesar 113,08; dan Subsektor Perikanan sebesar 110,15.

5. Pada Februari 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Provinsi NTB sebesar 1,00 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau; Pakaian dan Alas Kaki; Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga; Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga; Kesehatan; serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.

6. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi NTB Februari 2026 sebesar 137,20 atau naik 1,34 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Perkembangan Pariwisata Provinsi NTB Januari 2026

1. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang pada bulan Januari 2026 tercatat sebesar 35,01 persen, turun 6,97 poin dibandingkan TPK bulan Desember 2025 yang sebesar 41,98 persen. Jika dibandingkan dengan TPK Hotel Bintang bulan Januari 2025 yang sebesar 36,38 persen, maka TPK Januari 2026 mengalami penurunan sebesar 1,37 poin.

2. TPK Hotel Nonbintang dan akomodasi lainnya pada bulan Januari 2026 tercatat sebesar 21,81 persen, turun 4,52 poin dibandingkan TPK bulan Desember 2025 yang sebesar 26,33 persen. Jika dibandingkan dengan TPK Hotel Nonbintang dan akomodasi lainnya bulan Januari 2025 yang sebesar 23,90 persen, maka TPK Januari 2026 mengalami penurunan sebesar 2,09 poin.

3. Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu di Hotel Bintang pada bulan Januari 2026 tercatat sebesar 1,86 hari, naik 0,06 hari dibandingkan RLM bulan Desember 2025 yang sebesar 1,80 hari. Jika dibandingkan dengan RLM bulan Januari 2025 yang sebesar 1,89 hari, maka RLMHotel Bintang pada Januari 2026 mengalami penurunan sebesar 0,03 hari.

4. Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu di Hotel Nonbintang dan akomodasi lainnya pada bulan Januari 2026 tercatat sebesar 1,50 hari, turun 0,04 hari dibandingkan RLM bulan Desember 2025 yang sebesar 1,54 hari. Jika dibandingkan dengan RLM bulan Januari 2025 yang sebesar 1,62 hari, maka RLM Hotel Nonbintang dan akomodasi lainnya pada Januari 2026 mengalami penurunan sebesar 0,12 hari.

5. Jumlah tamu yang menginap di Hotel Bintang pada bulan Januari 2026 tercatat sebanyak 101.179 orang, terdiri dari 70.563 tamu dalam negeri (69,74 persen) dan 30.616 tamu luar negeri (30,26 persen).

6. Jumlah tamu yang menginap di Hotel Nonbintang dan akomodasi lainnya pada bulan Januari 2026 tercatat sebanyak 123.411 orang, terdiri dari 90.010 tamu dalam negeri (72,94 persen) dan 33.401 tamu luar negeri (27,06 persen).

7. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melalui BIZAM pada bulan Januari 2026 tercatat sebanyak 6.305 orang, menurun 18,27 persen dibandingkan bulan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 7.714 orang.

8. Jumlah wisatawan nusantara (wisnus) pada bulan Januari 2026 tercatat sebanyak 1.194.306 orang, turun 10,80 persen dibandingkan bulan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 1.338.924 orang.

Perkembangan Transportasi Provinsi NTB Januari 2026

1. Pada Bulan Januari 2026 penumpang yang datang dan berangkat melalui pelabuhan laut di Provinsi NTB 51,18 ribu orang dan 54,79 ribu orang. Barang yang dibongkar dan dimuat pelabuhan laut di Provinsi NTB sebesar 297,52 ribu ton dan 73,94 ribu ton.

2. Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut pada Bulan Januari 2026 turun sebesar 15,92 persen dibandingkan Bulan Desember 2025. Demikian juga jumlah penumpang berangkat turun sebesar 8,37 persen.

3. Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada Bulan Januari 2026 turun sebesar 11,68 persen dibanding bulan sebelumnya. Demikian juga jumlah barang yang dimuat turun sebesar 32,32 persen dibanding Bulan Desember 2025.

4. Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada Bulan Januari 2026 sebanyak 95.605 orang, turun sebesar 17,02 persen dibanding Bulan Desember 2025. Terdapat penumpang datang melalui penerbangan internasional pada Bulan Januari 2026 sebanyak 14.532 orang, turun sebesar 0,58 persen jika dibandingkan Bulan Desember 2025.

5. Jumlah penumpang yang berangkat pada Bulan Januari 2026 melalui penerbangan domestik 95.415 orang, turun sebesar 2,19 persen dibandingkan Bulan Desember 2025. Terdapat penumpang berangkat melalui penerbangan internasional pada Bulan Januari 2026 sebanyak 12.464 orang, turun sebesar 0,42 persen dibandingkan Bulan Desember 2025.

Perkembangan Ekspor Impor Provinsi NTB Januari 2026

1. Nilai ekspor pada Bulan Januari 2026 mencapai US$ 76,64 juta atau naik 1.868,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor non tambang Bulan Januari 2026 mencapai US$ 57,78 juta atau naik 1.384,15 persen dibanding ekspor Bulan Januari 2025.

2. Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan Januari 2026 adalah Tembaga sebesar US$ 50.833.111 (66,33 persen), Barang Galian/Tambang Non Migas sebesar US$ 18.855.402 (24,60 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 5.969.170 (7,79 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 542.299 (0,71 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 154.088 (0,20 persen).

3. Ekspor Bulan Januari 2026 yang terbesar ditujukan ke Tailan (59,59 persen), Tiongkok (31,72 persen), Amerika Serikat (8,45 persen), Jepang (0,07 persen), India (0,04 persen) dan Lainnya (0,13 persen).

4. Nilai impor pada Bulan Januari 2026 mencapai US$ 2,22 juta atau turun 94,18 persen dibanding periode yag sama tahun 2025. Selama Januari 2026, nilai impor barang konsumsi turun 100 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

5. Kelompok komoditas impor Provinsi NTB dengan nilai terbesar pada Bulan Januari 2026 adalah Mesin-mesin / Pesawat Mekanik sebesar US$ 1.995.863 (89,99 persen), Kendaraan dan Bagiannya sebesar US$ 143.127 (6,45 persen), Karet dan Barang dari Karet sebesar US$ 55.300 (2,49 persen), Mesin / Peralatan Listrik sebesar US$ 23.700 (1,07 persen).

6. Impor Provinsi NTB Bulan Januari 2026 terbesar berasal dari Australia dengan nilai US$ 1.871.767 atau sekitar 84,39 persen, Amerika Serikat dengan nilai US$ 143.127 atau sekitar 6,45 persen, India dengan nilai US$ 88.312 atau sekitar 3,98 persen, Singapura dengan nilai US$ 58.478 atau sekitar 2,64 persen, Tiongkok dengan nilai US$ 54.419 atau sekitar 2,45 persen dan Italia dengan nilai US$ 1.888 atau sekitar 0,09 persen).

Catatan Peristiwa / Insight

1. Inflasi pada Bulan Februari 2026 terutama didorong oleh peningkatan harga pada kelompok bahan makanan, khususnya komoditas cabai rawit, udang basah, dan daging ayam ras. Tingginya harga cabai rawit disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari petani lokal akibat gagal panen yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadhan. Pada momen bulan puasa, tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat dan hal ini mendorong naiknya harga bahan pangan di pasaran.

2. Kelompok transportasi juga memberikan andil signifikan terhadap inflasi, yang bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara, angkutan laut, serta harga kendaraan bermotor. Kenaikan tarif angkutan antara lain disebabkan oleh berakhirnya masa diskon yang diterapkan pemerintah pada Bulan Januari–Februari 2026. Sementara itu, komoditas emas perhiasan masih memberikan andil besar terhadap inflasi seiring dengan tetap tingginya harga emas dunia.

3. Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan, seperti ikan teri, bawang merah, tomat, dan ikan layang. Penurunan harga ikan teri dan ikan layang dipengaruhi oleh melimpahnya hasil tangkapan nelayan. Faktor lain yang turut memicu deflasi adalah kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga bahan bakar kendaraan bermotor jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

4. Beberapa komoditas pertanian mengalami kenaikan harga pada Bulan Ramadhan. Komoditas utama penyumbang kenaikan harga yang diterima petani (It) adalah cabai rawit, cabai merah, ayam ras pedaging, bawang merah, dan gabah. Kenaikan harga yang sangat tinggi pada komoditas cabai rawit dan cabai merah disebabkan hasil produksi menurun akibat curah hujan tinggi sehingga stok menipis sementara permintaan tinggi menjelang Bulan Ramadhan. Komoditas daging ayam ras juga mengalami kenaikan dikarenakan tingginya permintaan.

5. Sementara itu, kenaikan harga ikan tongkol dan harga emas perhiasan juga turut menjadi penyumbang utama kenaikan harga yang dibayar petani (Ib) disamping komoditas cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.

6. Indeks Harga Konsumen Perdesaan atau inflasi perdesaan Bulan Februari 2026 mencapai 1 (satu) persen dengan kenaikan indeks harga tertinggi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

7. Penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang dan Hotel Non Bintang pada Bulan Januari 2026 baik secara m-to-m dan y-on-y utamanya disebabkan telah berakhirnya periode libur nataru dan libur sekolah.

8. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui angkutan laut pada Bulan Januari 2026 menurun dibandingkan Bulan Desember 2025. Pada bulan sebelumnya, jumlah penumpang relatif tinggi karena dipengaruhi periode libur nataru.

9. Jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut pada Bulan Januari 2026 menurun secara m-on-m, terutama disebabkan oleh penurunan pembongkaran komoditas LNG dan LNG ISO Tank. Sementara itu, jumlah barang yang dimuat juga menurun utamanya akibat berkurangnya volume komoditas jagung yang dimuat.

10. Secara m-to-m, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui penerbangan domestik pada Bulan Januari 2026 menurun karena faktor cuaca dan telah berakhirnya periode libur nataru. Namun, secara y-on-y jumlah penumpang meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penerbangan.

11. Secara y-on-y, nilai ekspor Provinsi NTB pada Bulan Januari 2026 meningkat sebesar 1.868,45 persen dibandingkan Bulan Januari 2025. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan ekspor komoditas non tambang, terutama tembaga yang merupakan hasil industri smelter. Selain itu, pada Bulan Januari 2026 terdapat ekspor komoditas tambang (konsentrat).

12. Nilai impor Provinsi NTB pada Bulan Januari 2026 menurun 94,18 persen dibandingkan Bulan Januari 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh tidak adanya impor barang konsumsi seperti pada tahun sebelumnya serta menurunnya impor barang modal, khususnya pada kelompok Mesin-mesin / Pesawat Mekanik. Sumber:

Humas BPS Prov. NTB

Leave a Comment