Percepat Aktivasi Koperasi Merah Putih, Kadiskop UKM NTB Tekankan Akselerasi RAT dan Kinerja BA
Mataram,—Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting bersama Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) se-kabupaten/kota di NTB. Rapat yang berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas ini membahas perkembangan pelaksanaan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Selasa (14 April 2026)
Dalam pertemuan tersebut, H. Wirawan didampingi Kepala Bidang Pembinaan Koperasi Rahmadin, Pengawas Koperasi Fungsional I Wayan Robi Setiawan, Analis Kebijakan Ahli Muda Mardiana, serta sejumlah staf.
Kadiskop UKM NTB menegaskan pentingnya memanfaatkan waktu yang terbatas untuk menyamakan persepsi dan memperkuat langkah dalam menyukseskan program KDKMP. Ia juga memastikan bahwa pihaknya tengah mengakselerasi proses administrasi dana dekonsentrasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi, sehingga hak-hak honorarium BA untuk bulan Maret dapat segera terealisasi.
“Tidak perlu ada kekhawatiran. Kami berkomitmen menuntaskan kewajiban ini tanpa penundaan. Saat ini kami hanya menyelesaikan hambatan administratif yang insyaAllah segera rampung,” tegasnya.
Lebih lanjut, H. Wirawan menyoroti salah satu indikator kinerja utama (IKU) dalam program KDKMP, yakni percepatan aktivasi koperasi melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Ia menyampaikan bahwa target nasional tahun 2026 adalah 70 persen koperasi telah melaksanakan RAT.
Namun, berdasarkan data terakhir, jumlah koperasi yang telah melaksanakan RAT baru mencapai 465 unit. Ia juga mengungkapkan adanya perlambatan signifikan pada minggu kedua April dibandingkan minggu pertama, yang sebelumnya menunjukkan lonjakan progres cukup tinggi.
“Ini bukan sekadar angka. Ada hal yang perlu kita evaluasi bersama. Fokus kita sekarang adalah bagaimana BA dan PMO berkoordinasi aktif dengan pengurus koperasi agar segera melaksanakan RAT,” ujarnya.
H. Wirawan menekankan bahwa BA memiliki peran strategis dalam memberikan solusi dan inovasi, termasuk mendorong pelaksanaan RAT secara efisien, bahkan tanpa biaya (nirbiaya), misalnya melalui pertemuan daring.
Sebagai langkah konkret, Dinas akan melakukan pemetaan kinerja BA secara detail serta memberikan ruang bagi BA untuk mempresentasikan praktik terbaik (best practice) dalam pendampingan KDKMP. Selain itu, koordinasi rutin akan dilaksanakan setiap sore guna memastikan target capaian 70 persen RAT dapat diraih pada akhir April atau paling lambat pertengahan Mei.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan progres oleh masing-masing BA di bawah koordinasi Kepala Bidang Pembinaan Koperasi.
Dengan langkah percepatan ini, Pemerintah Provinsi NTB optimistis program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat desa. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
#KoperasiKREN#UMKMNaikKelas#KoperasiModern#UMKMBangkit#KDKMP#KoperasiDesaKelurahanMerahPutih#PLUTNTB#PLUTKUMKM