LombokPost-Program Jumpa Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat (Jumat Salam) kembali dilaksanakan OPD Pemprov NTB tahun ini. Dinas Koperasi UKM NTB menyasar Kelurahan Kekalik Jaya untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, dua persoalan disampaikan warga yang mayoritas menjadi pengrajin tahu dan tempe. Yakni ketersediaan modal serta pengolahan limbah pembuatan tahu dan tempe. ”Kami masih kesulitan untuk mengakses modal. Ini yang menjadi hal penting agar usaha UMKM bisa berjalan,” ujar warga Kekalik Jaya, Raudatul.
Raudatul menambahkan, persoalan kedua yang dihadapi pengrajin adalah soal limbah. ”Dulu LHK pernah meninjau untukk pembuatan biogas dan sudah ada yang dibuat. Tapi limbahnya berdampak bagi masyarakat karena bau yang tidak sedap,” katanya.
”Karena ada keluhan soal bau ini maka akhirnya limbah tahu kami buang lagi ke sungai. Kami mohon solusi untuk masalah ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretais Dinas Koperasi UKM NTB Muhammad Fauzan menjelaskan Jumat Salam adalah program Pemprov NTB untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Keluhan yang selaras dengan dinas akan ditindaklanjuti. Sedangkan yang lintas sektor akan disampaikan ke OPD terkait untuk ditindaklanjuti.
”Diskop UKM NTB sendiri memiliki tujuan bagainana mengembangkan kapasitas SDM bagi pengelola UKM dan Koperasi,” katanya.
Selain itu Fauzan juga ingin mengetahui angka stunting yang ada di Kekalik Jaya, dengan harapan dapat menekan angka stunting. Tujuan lain adalah bagaimana mengentaskan kemiskinan ekstrim melalui peningkatan daya beli masyarakat dengan cara meningkatkan juga UKM di kekalik Jaya sehingga perekonomian warga lebih sejahtera.
”Untuk modal ada program KUR yang bisa diakses masyarakat. Ini bisa dimanfaatkan pelaku UKM di Kekalik Jaya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kepala UPTD Balatkop UKM NTB Dikdik Kusnandika mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan data terkait pelaku usaha yang ada di Kekalik Jaya. Mereka akan mendapatkan pelatihan UKM yang menjadi program Balatkop untuk meningkatkan kapasitasnya.
Sekertaris Lurah Kekalik Jaya, Muhdan, menjelaskan dari data yang ada Kelurahan Kekalik Jaya memiliki jumlah penduduk 11 ribu lebih dengan jumlah KK sekitar 3.500 lebih.
Masyarakat tersebar di enam lingkungan, yakni Kekalik Indah, Kekalik Timur, Kekalik Kijang, Kekalik Barat, Kekalik Grisak, dan Dasan Taman. Mayoritas mata pencaharian masyarakat Kekalik Jaya adalah pengusaha tahu dan tempe. ”Hampir 80 persen lebih masyarakat pengusaha tahu tempe,” pungkasnya. (puj/r12)