Mataram — Halo Sahabat Koperasi dan UMKM NTB!
Mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Penata Layanan Operasional Satria S. Jagad menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) yang membahas arah RKPD 2027, Kamis (2/4/2026).
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan ekonomi agromaritim sebagai salah satu arah strategis pembangunan daerah.
Forum ini menjadi semakin penting dengan hadirnya Mohamad Rahmat Mulianda, S.Pi., M.Mar., Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, yang menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap transformasi ekonomi biru di NTB.
Pada kesempatan itu, NTB memaparkan model perencanaan pembangunan yang semakin terintegrasi dengan arah kebijakan nasional. Pemerintah daerah juga menargetkan transisi fiskal menuju surplus sebesar Rp122,79 miliar dengan tingkat keselarasan terhadap RPJMD mencapai 100 persen.
Salah satu strategi utama yang didorong adalah hilirisasi udang vaname melalui kolaborasi antara BLUD dan koperasi desa, termasuk penguatan KDKMP/KNMP sebagai penggerak rantai pasok, mulai dari petambak hingga industri pengolahan.
“Kunci keberlanjutan adalah sistem. Integrasi pusat dan daerah menjadi mandat, dan langkah NTB ini adalah bentuk nyata hilirisasi di tingkat tapak,” ujar Mohamad Rahmat Mulianda.
NTB juga menyatakan kesiapan untuk menjadi pionir dalam pengembangan model koperasi perikanan dengan melibatkan champion lokal guna memperkuat ekosistem usaha di daerah.
Hasil pembahasan FPD ini akan menjadi salah satu bahan utama dalam Musrenbang pada 16 April mendatang, dengan fokus pada rekayasa ekologi, digitalisasi data investasi, serta perlindungan akses pesisir bagi masyarakat dan nelayan tradisional.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan arah kebijakan yang semakin terukur, NTB dinilai tengah bersiap menjadi salah satu pusat ekonomi biru di kawasan tengah Indonesia.
(Tim PPID Diskop UKM NTB)
#KoperasiKREN#UMKMNaikKelas#KoperasiModern#UMKMBangkit#KDKMP#KoperasiDesaKelurahanMerahPutih#PLUTNTB#PLUTKUMKM