Lombok Barat, Hello sahabat PLUTer.. Pendamping PLUT KUMKM NTB Bidang Pemasaran, Yaumi Ramdhani, melakukan kunjungan pendampingan ke UMKM Asyraf Coffee pada Rabu (11/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pemasaran bagi UMKM binaan agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.
Asyraf Coffee merupakan salah satu UMKM dampingan PLUT KUMKM NTB yang telah memperoleh berbagai fasilitasi legalitas usaha, mulai dari perizinan usaha, PIRT, hingga sertifikasi halal. Legalitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Dalam kunjungan tersebut, dilakukan sharing session strategi pemasaran antara pendamping dan pelaku usaha. Maryati selaku owner Asyraf Coffee menyampaikan harapannya agar mendapatkan dukungan promosi dan penguatan pemasaran untuk memperluas jangkauan produk mereka.
Saat ini, produk Asyraf Coffee telah menjalin kerja sama dengan sejumlah saluran distribusi, di antaranya Sasaku, Gandrung Lombok, serta jaringan ritel modern Alfamart di wilayah Lombok Barat. Sebelumnya, produk mereka juga dipasarkan melalui NTB Mall.
Namun, tidak aktifnya NTB Mall saat ini menjadi pukulan bagi pelaku usaha. Maryati mengungkapkan bahwa penutupan saluran pemasaran tersebut menyebabkan hilangnya potensi omzet sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulan yang sebelumnya berasal dari penjualan di NTB Mall saja.
“Kalau dalam kondisi normal, total omzet kami bisa mencapai sekitar Rp30 juta per bulan jika diakumulasi dari seluruh mitra pemasaran,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, pendamping PLUT NTB berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat promosi dan memperluas jaringan distribusi produk Asyraf Coffee, sehingga UMKM lokal tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar.
Pendampingan seperti ini menjadi bukti komitmen PLUT KUMKM NTB dalam mendorong UMKM naik kelas, khususnya melalui penguatan aspek pemasaran dan akses pasar yang lebih luas. (Tim PPID Diskop UKM NTB)