Musrenbang Tematik Mewujudkan NTB Inklusif Yang Setara dan Berkelanjutan

Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB, mewakili Kadiskop UKM NTB, Kabid Pembinaan Koperasi H.Muksin mengikuti Musrenbang Tematik mewujudkan NTB inklusif yang setara dan berkelanjutan di Lombok Raya Hotel yang digelar oleh Bappeda NTB. (21/5/2025)
Tematik GEDSI Berkaitan Dengan Aspek Perencanaan Yang Berkaitan dengan 5 issu yaitu:
1. Kesetaraan gender
2. Disabilitas
3. Lansia rentan
4. Anak terlantar
5. Pekerja migran
Dalam sambutannya saat membuka Musrenbang Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri mengatakan bahwa Musrenbang GEDSI merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan dengan visi-misi kepala daerah terpilih, terutama pada masa transisi awal pemerintahan. Menurutnya, perencanaan pembangunan tahun 2025 harus menjawab harapan publik dan mencerminkan komitmen terhadap prinsip inklusivitas.

Wagubpun menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya dalam proses pembangunan sebagai wujud komitmen terhadap kesetaraan dan keadilan sosial. Mereka harus diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan turut ambil bagian dalam pembangunan daerah.

Sambungnya, bahwa masih adanya persoalan di tingkat desa, seperti kurangnya sumber daya manusia dan belum optimalnya pelibatan kelompok yang seharusnya berkontribusi. Ia menilai bahwa meski nama program berbeda, tujuan akhirnya tetap sama: menciptakan ruang partisipasi yang adil bagi semua unsur masyarakat.

Wagub juga menjelaskan beberapa strategi utama dalam penerapan GEDSI, antara lain penguatan peran GEDSI dalam perencanaan dan penganggaran, peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan, penyediaan layanan publik yang inklusif, serta keterlibatan aktif kelompok perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, lansia, dan komunitas adat.

Di samping itu, penting pula menyusun indikator kinerja yang mempertimbangkan aspek kesetaraan dan inklusi berbasis data. Ia juga menekankan pentingnya membangun kemitraan lintas sektor pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk mendorong tanggung jawab sosial yang berdampak langsung, khususnya bagi kelompok rentan.(Kutipan Biro Adpim NTB)

Leave a Comment