Mataram – Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, S.Si., M.T., memberikan sambutan sekaligus memaparkan arah kebijakan dan capaian kinerja Dinas Koperasi UKM NTB dalam kegiatan Forum Perangkat Daerah, yang digelar secara hybrid (offline dan Zoom Meeting) di Aula Inovasi Gedung PLUT KUKM Lantai 2, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB, lembaga mitra, DInas Koperasi UKM kabupaten/kota Se NTB, perbankan, BUMN, asosiasi profesi, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, H. Wirawan menegaskan bahwa forum ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam penyusunan rencana kerja perangkat daerah.
“Forum ini kita laksanakan untuk memastikan target-target tahun 2025 telah direalisasikan sesuai yang direncanakan. Selain itu, kita juga menghitung secara matang target-target tahun 2026 dengan pendekatan yang lebih inovatif, sekaligus memutuskan arah program dan kegiatan tahun 2027,” ujar H. Wirawan.
Ia menekankan pentingnya sinergi, pembagian peran yang jelas, dan kolaborasi lintas sektor agar seluruh program yang dijalankan benar-benar terintegrasi dalam mendukung visi besar Pemerintah Provinsi NTB, yaitu mewujudkan NTB Makmur Mendunia.
Fokus pada Produktivitas UMKM dan Koperasi
Dalam paparannya, H. Wirawan menjelaskan bahwa Dinas Koperasi UKM NTB mendukung Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, khususnya pada misi memperkuat ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas, daya saing, dan pendapatan masyarakat.
Adapun tujuan utama Dinas Koperasi UKM NTB dalam Renstra 2025–2029 adalah:
“Terwujudnya Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi.”
Untuk mendukung tujuan tersebut, terdapat tiga indikator kinerja utama yang menjadi fokus, yakni:
1. Meningkatnya jumlah usaha kecil dan menengah non-pertanian pada level provinsi
2. Meningkatnya jumlah usaha kecil dan menengah (UKM)
3. Meningkatnya volume usaha koperasi
Capaian dan Target Kinerja
Berdasarkan paparan yang disampaikan, capaian kinerja Dinas Koperasi UKM NTB menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Untuk tahun 2025, realisasi indikator utama di antaranya:
• Proporsi usaha kecil dan menengah non-pertanian mencapai 0,41%, melampaui target 0,19%
• Proporsi jumlah UKM mencapai 2,17%, mendekati target 2,15%
• Pertumbuhan volume usaha koperasi mencapai 4,14% dari target 5,05%
Sementara untuk target tahun 2026, Dinas Koperasi UKM NTB menargetkan:
• Proporsi UKM sebesar 2,20%
• Pertumbuhan volume usaha koperasi sebesar 5,10%
• Penambahan sekitar 70 unit usaha untuk mencapai target jumlah UKM
• Kenaikan volume usaha koperasi sekitar Rp92 miliar
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski menunjukkan progres, Dinas Koperasi UKM NTB juga mengidentifikasi sejumlah persoalan strategis yang masih menjadi tantangan, antara lain:
• Masih rendahnya manfaat koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota
• Keterbatasan akses permodalan dan pembiayaan bagi pelaku UKM
• Belum optimalnya legalitas dan formalitas usaha
• Rendahnya adopsi teknologi dan digitalisasi usaha
• Kualitas data koperasi dan UKM yang belum sepenuhnya terbarui
• Masih terbatasnya daya saing, produktivitas, dan tata kelola kelembagaan koperasi/UKM
Arah Program 2027: Penguatan UMKM dan Koperasi
Dalam forum tersebut juga dipaparkan sejumlah arah program prioritas tahun 2027, yang meliputi:
• Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah
• Pengembangan UMKM berorientasi peningkatan skala usaha
• Pelayanan izin usaha simpan pinjam koperasi
• Pemberdayaan dan perlindungan koperasi
• Pendidikan dan pelatihan perkoperasian
• Pengawasan dan pemeriksaan koperasi
• Penilaian kesehatan KSP/USP koperasi
Program-program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem usaha melalui peningkatan akses pasar, pembiayaan, legalitas, sertifikasi, pendampingan usaha, inkubasi bisnis, hingga penguatan kelembagaan koperasi.
Perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Pada kesempatan tersebut, Dinas Koperasi UKM NTB juga menyampaikan perkembangan pembinaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan capaian sebagai berikut:
• 1.166 KDKMP telah memiliki legalitas usaha
• 453 KDKMP telah melaksanakan RAT
• 121 KDKMP telah operasional
• 13 KDKMP pembangunan fisiknya telah mencapai 100 persen
• 510 KDKMP telah masuk portal Agrinas
• 656 KDKMP belum masuk portal Agrinas
Forum Perangkat Daerah ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah, menyelaraskan program, dan memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan koperasi yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Provinsi NTB. (Tim PPID Diskop UKM NTB)