Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB, apel pertama usai libur bersama Perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, tadi pagi dipimpin oleh Kabid Pembinaan Koperasi H.Muksin. (10/6/2025)
Dalam Amanatnya menyampaikan terkait dengan banyaknya pertanyaan terkait dengan Kopdeskel Merah Putih terutama pertanyaan dari pengurus dan pengawas perihal pendistribusian Gas LPG 3 Kg dari Kopdeskel Merah Putih yang dikhawatirkan akan mematikan usaha Gas LPG 3 Kg bagi kios kios yang ada di wilayahnya. Solusinya adalah Kios atau pengecer nantinya ngambil Gas LPG 3Kg di Kopdeskel MP, sedangkan jika ada pembeli perorangan ke Kopdeskel MP maka harus diberikan dengan harga di pasaran atau Kios kios yang menjual Gas LPG 3 Kg, jangan disamakan dengan harga pengecer.
Pertanyaan yang kedua dari Pengurus adalah gaji 8 juta yang kini banyak berseliweran informasinya, hal inilah yang menjadi pemicu banyaknya yang ingin menjadi pengurus Kodeskel MP. Terkait dengan hal itu, H.Muksin mengatakan itu hanya sebuah wacana, itupun jika koperasinya sudah jalan memperoleh untung besar, tapi jika koperasinya baru berdiri tentu harus disesuaikan dengan kondisi koperasi yang sekarang.
“Gak bisa begitu ditulis gajinya 8 juta. saya tanya simpanan pokoknya berapa? 100 ribu terus anggota baru 50 orang sehingga terkumpul uang 5 juta, kalau gajinya 8 juta kalau ketua saja jelas tidak cukup. misalnya diaharapkan ada pinjaman dari Bank Imbaran untuk bayar gaji pengurus dan pengawas berjumlah 8 orang, masing-masing 8 juta dikali 1 tahun totalnya 798 juta habis untuk gaji. terus gak ada operasionalnya otomatis gak bisa jalan. Itu artinya sekarang disesuaikan saja dnegan kondisi koperasinya, kalau koperasinya belum jalan mau digaji pakai apa, nah disitulah keikhlasan lillahitaalanya yang perlu di terapkan”. Kata H.Muksin kepada pengurus pengawas Kopdeskel Merah Putih di Lombok Timur.
Ketiga disampaikan terkait dengan kunjungan Ibu Wapres, diharapkan kepada teman-teman yang terlibat dengan kegitan Ibu Wapres agar mempersiapkan segala sesuatunya shingga beisa berjalan aman dan lancar.