Mataram, Hello sahabat Koperasi da UMKM NTB! — Kolaborasi besar antara dunia akademik dan pemerintah daerah resmi digaungkan! Universitas Mataram melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Diskusi dan Identifikasi Peluang Kolaborasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB, Kamis (12/2), bertempat di Ruang Sidang Rektor Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Mataram.
Dalam kegiatan strategis ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB diwakili oleh Santi Meitasari, Widyaiswara UPTD Balatkop UMKM NTB sekaligus Penanggung Jawab PLUT NTB Diskop UKM NTB, mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi momentum penting menyatukan visi besar: menghadirkan pembangunan NTB berbasis riset, inovasi, dan kebutuhan riil daerah.
Misi Besar: Riset untuk Aksi Nyata
Diskusi ini bertujuan untuk:
Mengidentifikasi kebutuhan strategis OPD yang dapat didukung melalui penelitian dan pengabdian masyarakat.
Mendorong kolaborasi berbasis riset demi percepatan pembangunan daerah.
Menyelaraskan program akademik Universitas Mataram dengan prioritas pembangunan Provinsi NTB.
Hadir dalam forum ini berbagai OPD strategis, di antaranya BPKAD, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Disnakertrans, BRIDA, Dinas Koperasi dan UKM, Disperindag, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas PMD, Dinas Sosial dan P3A, hingga sejumlah perangkat daerah lainnya.
Alarm Fiskal & Aset Daerah Jadi Sorotan
BPKAD menyoroti adanya fiscal gap antara target pemerintah pusat dan kapasitas fiskal daerah. Optimalisasi aset daerah sebagai sumber pendapatan dinilai belum maksimal.
Solusinya? Kajian akademik mendalam terkait:
Strategi optimalisasi aset berbasis potensi lokal.
Model pengelolaan keuangan daerah yang partisipatif dan kolaboratif.
Ini menjadi peluang emas bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi berbasis data dan analisis ilmiah.
SDM Jadi Kunci! OPD Serentak Minta Penguatan Kapasitas
Isu peningkatan kualitas sumber daya manusia mencuat hampir di semua sektor:
Dinas Kesehatan mendorong penguatan SDM untuk mendukung Program Desa Berdaya.
Dinas PUPR menekankan peningkatan kompetensi tenaga konstruksi dan riset material inovatif.
Dinas Pertanian menghadapi kekurangan penyuluh dan butuh penguatan SDM lokal.
Dinas PMD menyoroti lemahnya pemahaman regulasi aparatur desa.
Dinas Sosial & P3A mengusulkan kajian psikologis dan pembentukan Komisi Disabilitas Daerah.
BRIDA mendorong peningkatan kapasitas inovasi agar siap dikolaborasikan.
Kolaborasi pelatihan, pendampingan, sertifikasi, hingga riset terapan menjadi agenda konkret yang siap digarap bersama.
Perang Melawan Kemiskinan: Desa Jadi Medan Aksi
Isu pengentasan kemiskinan menjadi perhatian lintas sektor. Dinas PMD menyebut terdapat 106 kantong kemiskinan yang membutuhkan pendataan dan intervensi berbasis data.
Program Desa Berdaya direncanakan terintegrasi dengan KKN mahasiswa dan kegiatan pengabdian masyarakat. Pendekatan evidence-based policy melalui pemetaan sosial-ekonomi dan analisis spasial dinilai krusial agar intervensi tepat sasaran.
UMKM & Hilirisasi Produk Siap Naik Kelas!
Dinas Koperasi dan UKM NTB menegaskan pentingnya penerapan hasil riset untuk meningkatkan klasifikasi dan daya saing UMKM, termasuk penguatan kewirausahaan.
Sementara itu, Disperindag menyoroti perlunya hilirisasi komoditas jagung agar memiliki nilai tambah lebih tinggi. BRIDA mendorong inkubasi bisnis kolaboratif antara pemerintah daerah dan Universitas Mataram.
Model kolaborasi triple helix — pemerintah, akademisi, dan dunia usaha — menjadi strategi utama mendorong inovasi dan komersialisasi hasil riset.
Tata Kelola, Regulasi & Ketenagakerjaan Tak Luput Dibahas
Satpol PP memerlukan pendampingan hukum dan penguatan analisis data gangguan trantibum.
Disnakertrans mendorong peningkatan job fair dan penguatan magang nasional maupun internasional (khususnya ke Jepang).
BRIDA mengingatkan pentingnya perpanjangan MoU antara Universitas Mataram dan Pemprov NTB yang akan berakhir pada akhir 2025.
Rekomendasi Strategis: Siap Tindak Lanjut!
Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting:
Penyusunan roadmap kolaborasi riset berbasis kebutuhan OPD.
Pembentukan tim koordinasi teknis LPPM–OPD.
Perpanjangan MoU antara Unram dan Pemprov NTB.
Integrasi KKN dan pengabdian masyarakat dengan Desa Berdaya.
Pengembangan pusat inovasi dan inkubasi bisnis daerah.
Penyusunan kajian akademik untuk mendukung kebijakan fiskal, hilirisasi, dan tata kelola desa.
Sinergi untuk NTB Inklusif dan Berkelanjutan
Pertemuan ini menjadi tonggak penting memperkuat sinergi antara Universitas Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan kebijakan berbasis riset, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mempercepat pembangunan daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
NTB tidak lagi berjalan sendiri. Dunia akademik dan pemerintah kini satu barisan.
Kolaborasi hari ini, kemajuan NTB esok hari! (Tim PPID Diskop UKM NTB)