Diskop UKM NTB Sasar 480 P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem)

Kepala Dinas Koperasi UKM NTB Ahmad Masyhuri,SH didampingi Kepala UPTD Balatkop UKM NTB Drs.Dikdik Kusnandika,MM membuka Diklat Kewirausahaan Dibidang Keterampilan Teknis Pijat Dan Kerajinan Tangan Bagi P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) Se – NTB di UPTD Balatkop UKM NTB. Diklat ini diikuti oleh 60 orang peserta terbagi mejadi dua angkatan yakni 30 orang  Dilkat Keterampilan Teknis Pijat dan 30 orang Diklat Keterampilan Teknis Kerajinan dan dilaksanakan darai tanggal 08 – 12 Juli 2024. (9/7/2024)

Ahmad Masyhuri mengatakan secara keseluruhan peserta P3KE sebanyak 480 orang dan terbagi menjadi 16 angkatan , untuk satu angkatan itu 30 orang. Dan diklat ini akan dilaksanakan terus secara bertahap.

“P3KE ini sasarannya orang artinya banyak melibatkan banyak pihak, Kita menangani sesuai dengan kebutuhan dinas yakni menangani koperasi dan UKM. Maka tujuan kita adalah bagaimana mengentaskan P3KE itu melalui jalur Koperasi dan UKM. Kita memberikan kemampuan teknis kepada mereka untuk bisa meningkatkan pendapatan dengan memberikan keterampilan keterampilan atau life skill modelnya sehingga mereka kita harapkan setelah keluar P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) nanti bisa lebih produktif”. Kata Ahmad Masyhuri saat diwawancarai oleh Media Cetak dan Media Online usai membuka Diklat Kewirausahaan Dibidang Keterampilan Teknis Pijat Dan Kerajinan Tangan Bagi P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) Se – NTB.

Lebih jauh Ahmad Masyhuri menjelaskan bahwa bentuk keterampilan yang akan diberikan tidak hanya pijat dan kerajinan namun juga kuliner, keterampilan mencukur dan lain sebagainya. Dan jumlah 480 P3KE ini dibagi menjadi dua, sebanyak 240 diklat di kelas dan setengahnya nanti On The Spot, yakni datang ke tempat mereka (P3KE).

Terkait dengan jumlah data, diperoleh dari Bappeda NTB namun data 480 P3KE ini setelah dilakukan verifikasi di lapangan oleh Tenaga pendamping koperasi dan tenaga pendamping UKM yang ada di lapangan. Jadi, dinas punya tugas lapangan tentang kebenaran data dari P3KE..

“Jadi P3KE ini kan sudah ada pengampuh datanya dalam hal ini Bappeda, nah data yang memang sudah ada di beberapa daerah itu kita ambil tapi kemudian kita melakukan verifikasi lapangan yang dilakukan… Tenaga pendamping koperasi dan tenaga pendamping UKM yang ada di lapangan. Dari kami punya tugas lapangan tentang kebenaran data dari P3K itu, apakah kita tidak percaya? Enggak! ini nanti kemudian menjadi prioritas, jadi mana yang bisa kita dahulukan mana yang tidak. Keadaan orang kan bisa berubah. Mungkin hari ini dia beruntung, kemudian ternyata kondisi hari ini enggak sama dengan sebelum atau saat mengambil data”. Tutup Ahmad Masyhuri

Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas SDM – Amran, S.ST., MPS.SP selaku panitia dalam laporannya menyampaikan tujuan diklat ini untuk meningkatkan SDM P3KE agar dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarga dengan layak serta memberi nilai tambah untuk daerah. Selain itu mencetak terapis pijat profesional yang siap guna untuk masyarakat serta menjadi pengrajin yang kreatif dan inovatif.

Sementara tenaga pengajar berasal dari Widyaiswara Balai Diklat Koperasi UKM Provinsi NTB, Asosiasi Pijat Indonesia dan Pengrajin “ Loyok Kreatif “. Untuk narasumber sendiri yakni Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTBdan  Kepala Balai Diklat Koperasi UKM Provinsi NTB. (Tim PPID Diskop UKM NTB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *