Pelaku Usaha Curhat ke Diskop dan UKM NTB

KOTA BIMA-Perwakilan para pelaku usaha di Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima curhat ke Dinas Koperasi dan UKM NTB saat kegiatan Jum’at Salam pada Sabtu (02/12/2023).

Pelaksanaan program Jum’at Salam Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB itu dipusatkan di masjid Abubakar Sidiq di Kelurahan Kumbe.

Perwakilan penempa besi dan penenun kain sarung khas Bima di Kelurahan Kumbe menyampaikan curhat atas pahit dan manisnya selama melaksanakan profesinya.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, A. Rifin Ismail, menyampaikan ada dua profesi yang ditekuni warga Kelurahan Kumbe.

“Untuk ibu, sebagai penenun yang menjadi warisan nenek moyang dahulu dan kaum bapak sebagai penempa besi, yang juga warisan dari nenek moyang dahulu,” terangnya.

Menurut dia, kedua profesi turun temurun ini sebagai harapan hidup masyarakat.

Namun masih ada kelemahan dalam pelaksanaan usaha, yakni pasaran. Produk sudah jadi, sangat susah untuk memasarkannya.

“Harus ada semacam instansi yang akan menampung produknya masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta agar pemerintah menyalurkan bantuan peralatan bagi para pelaku usaha ini.

Lain halnya dengan pekerja penempa besi, Ruslan Abubakar. Dia berharap kaitan dengan modal usaha. Karena selama ini alami kekurangan modal.

“Hasil yang ada cukup untuk makan istri dan anak. Kita butuh modal untuk membeli bahan baku yang baik,” ucapnya.

Sementara Mukhlis Mansyur, menginginkan kegiatan dari luar untuk dibawa masuk ke Kelurahan Kumbe.

Menanggapi curhatnya para pelaku usaha tersebut, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima, Tafsir, menyampaikan untuk bantuan berupa modal tidak ada namun menjamin bantuan berupa peralatan.

“Kami akan pelajari dulu kebutuhan yang akan direalisasikan supaya tepat sasaran dan dalam waktu dekat akan inventaris pelaku usaha yang akan dikirim mengikuti pelatihan di Provinsi NTB,” terangnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyhuri, mengatakan penyaluran bantuan dalam bentuk modal sudah tidak ada lagi.

“Tapi kalau pelaku usaha butuh modal bisa ajukan pinjaman KUR ke bank dan kita telah sediakan pendamping khusus yang akan membantu,” terangnya.

Pemberian bantuan pinjaman modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk pertanggungjawaban lebih gampang dan lebih transparan.

Selain ketersediaan pinjaman KUR, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB juga menyediakan bantuan berupa peralatan yang dibutuhkan.

“Untuk pelatihan sudah sangat siap. Apakah pelatihan dalam bentuk manajemen, pelatihan kemasan barang dan lain sebagainya,” tandasnya. (detailntb.com – man)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *